infokotamedan.com - Sudah dua tahun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara membuka penerimaan
mahasiswa melakukan proses belajar mengajar. Namun hingga saat ini
fakultas yang memiliki 370 mahasiswa belum mendapat akreditasi dari
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) Dirjen Dikti.
Mahasiswa yang saat ini menimba Ilmu di FKIP Unika Santo Thomas berharap fakultas mereka segera mendapat akreditasi sebelum mendapat gelar sarjana.
Satu diantaranya adalah Noni. Mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia ini mengetahui bahwa FKIP Unika belum terakreditasi. "Kan masih baru, jadi belum terakreditasi. Kata dosen masih diproses," ujarnya, Senin (5/3/2012). Ia pun berharap akreditasi yang dijanjikan segera didapat. Sehingga tidak khawatir saat tamat kuliah nanti.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Susi, mahasiswi stambuk 2011 Jurusan Bahasa Indonesia. Mahasiswi berambut panjang ini juga berharap proses pengurusan akreditasi FKIP Unika segera selesai.
Yohana, mahasiswi Jurusan PGSD FKIP Unimed malah tidak mengetahui bahwa fakultas tempat ia menimba ilmu belum terakreditas. "Saya lupa apa akreditasinya. Sepertinya dulu pernah dibilanng," ujar mahasiswi stambuk 2011 ini.
Masalah ini mengemuka setelah beredarnya surat perjanjian antara Rektor Unika Elias Sembiring dan tim monitoring Kopertis Wilayah I Sumut dan NAD yang ditandatangani pada 17 November 2011. Dalam surat yang beredar di kampus ini, Rektor yang saat itu menjabat berjanji akan menetapkan Plt rektor hingga pengangkatan rektor defenitif. Kemudian berjanji akan melakukan percepatan pengurusan izin operasi FKIP agar mahasiswa tidak mengalami kerugian. Namun setelah empat bulan berlalu, izin yang dijanjikan tersebut tidak kunjung ada.
Plt Rektor Unika Robert Siahaan bungkam soal masalah ini. Ia yang dihubungi via selular, semula berjanji akan bersedia diwawancarai usai mengajar. Namun hingga proses belajar mengajar di Unika berakhir, Robert tak memberikan keterangan apapun. Padahal sudah dicoba dikonfirmasi via pesan singkat.
sumber : tribunnews.com
Mahasiswa yang saat ini menimba Ilmu di FKIP Unika Santo Thomas berharap fakultas mereka segera mendapat akreditasi sebelum mendapat gelar sarjana.
Satu diantaranya adalah Noni. Mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia ini mengetahui bahwa FKIP Unika belum terakreditasi. "Kan masih baru, jadi belum terakreditasi. Kata dosen masih diproses," ujarnya, Senin (5/3/2012). Ia pun berharap akreditasi yang dijanjikan segera didapat. Sehingga tidak khawatir saat tamat kuliah nanti.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Susi, mahasiswi stambuk 2011 Jurusan Bahasa Indonesia. Mahasiswi berambut panjang ini juga berharap proses pengurusan akreditasi FKIP Unika segera selesai.
Yohana, mahasiswi Jurusan PGSD FKIP Unimed malah tidak mengetahui bahwa fakultas tempat ia menimba ilmu belum terakreditas. "Saya lupa apa akreditasinya. Sepertinya dulu pernah dibilanng," ujar mahasiswi stambuk 2011 ini.
Masalah ini mengemuka setelah beredarnya surat perjanjian antara Rektor Unika Elias Sembiring dan tim monitoring Kopertis Wilayah I Sumut dan NAD yang ditandatangani pada 17 November 2011. Dalam surat yang beredar di kampus ini, Rektor yang saat itu menjabat berjanji akan menetapkan Plt rektor hingga pengangkatan rektor defenitif. Kemudian berjanji akan melakukan percepatan pengurusan izin operasi FKIP agar mahasiswa tidak mengalami kerugian. Namun setelah empat bulan berlalu, izin yang dijanjikan tersebut tidak kunjung ada.
Plt Rektor Unika Robert Siahaan bungkam soal masalah ini. Ia yang dihubungi via selular, semula berjanji akan bersedia diwawancarai usai mengajar. Namun hingga proses belajar mengajar di Unika berakhir, Robert tak memberikan keterangan apapun. Padahal sudah dicoba dikonfirmasi via pesan singkat.
sumber : tribunnews.com
pha yg buat bln terakreeditasi,,,pha krn gakk gus tau pha y coz mamah pgen q m5ux ctu tp lau bln jlz,,,gmn donx
BalasHapus......