infokotamedan.com - Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) terus menuai protes. Di Medan, sekitar 300 mahasiswa mendatangi
Kantor Pertamina Region I untuk menyampaikan keberatan atas rencana
pemerintah tersebut.
Para mahasiswa itu berasal dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UMSU untuk Rakyat (Amuk-Rakyat). Dalam aksinya, mereka menggelar longmarch sekitar satu kilometer dari kampus mereka di Jalan Mukhtar Basri ke Kantor Pertamina Region I, Jalan Yos Sudarso, Kamis 15 Maret 2012.
"Menaikkan harga BBM sama artinya mencabut anggaran subsidi rakyat untuk konsumsi energi, hal itu akan semakin menambah beban hidup rakyat," ujar salah satu mahasiswa yang membacakan pernyataan sikap.
Sebab itu, mahasiswa menolak rencana kenaikan BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Jika pemerintah tetap menaikkan harga, maka disimpulkan pemerintahan SBY-Boediono gagal menyejahterakan rakyat.
Aksi para mahasiswa tersebut mendapat kawalan puluhan personel kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Medan Kombes Monang Situmorang.(detikcom)
Para mahasiswa itu berasal dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UMSU untuk Rakyat (Amuk-Rakyat). Dalam aksinya, mereka menggelar longmarch sekitar satu kilometer dari kampus mereka di Jalan Mukhtar Basri ke Kantor Pertamina Region I, Jalan Yos Sudarso, Kamis 15 Maret 2012.
"Menaikkan harga BBM sama artinya mencabut anggaran subsidi rakyat untuk konsumsi energi, hal itu akan semakin menambah beban hidup rakyat," ujar salah satu mahasiswa yang membacakan pernyataan sikap.
Sebab itu, mahasiswa menolak rencana kenaikan BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Jika pemerintah tetap menaikkan harga, maka disimpulkan pemerintahan SBY-Boediono gagal menyejahterakan rakyat.
Aksi para mahasiswa tersebut mendapat kawalan puluhan personel kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Medan Kombes Monang Situmorang.(detikcom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar