TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gara-gara bagasi hilang sebuah keluarga pada Selasa (9/8) menggeruduk kantor maskapai penerbangan Lion Air di Bandara Polonia, Medan. Keluarga Jimmi Sinaga asal Simalungun ini marah besar, karena akibat bagasi pakaian pengantin hilang, menyebabkan pesta pernikahan anggota keluarga mereka batal. Ironisnya, kasus seperti ini sudah berkali-kali menimpa konsumen Lion Air.
Jimmi Sinaga, paman korban Rohmaulina bersama Henri Tondang siang itu mendatangi kantor Lion Air dengan kesal. Mereka menuntut Lion Air memberikan ganti rugi.
Tapi bukannya dilayani, kehadiran mereka justru ditanggapi tak memuaskan oleh perusahaan tersebut. Leader Lion Air di Bandara Polonia Medan, Ferry Praja Lubis dengan enteng mengatakan, pihaknya tidak akan memberi pertanggungjawaban.
Jawaban itu tersebut langsung membuat Jimmi berang. Dia bersikeras Lion Air bertanggung jawab atas kehilangan tersebut yang mengakibatkan perkawinan keponakannya Rohmaulina batal.
"Kan petugas yang nyuruh pulang kami pulang, sekarang kami datang lagi kok malah dituduh berbohong dan pihak Lion nggak mau tanggungjawab," teriak Jimmi.
Sajawi, staf Close Hand Found di Lion Air mengakui bahwa ia menyuruh pulang Rohmaulina dan Henri. Setelah mengalami kehilangan bagasi pada Jumat (5/5) usai penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Polonia Medan .
"Saya kan cuma ikut prosedur," ungkapnya datar.(rif)
Jimmi Sinaga, paman korban Rohmaulina bersama Henri Tondang siang itu mendatangi kantor Lion Air dengan kesal. Mereka menuntut Lion Air memberikan ganti rugi.
Tapi bukannya dilayani, kehadiran mereka justru ditanggapi tak memuaskan oleh perusahaan tersebut. Leader Lion Air di Bandara Polonia Medan, Ferry Praja Lubis dengan enteng mengatakan, pihaknya tidak akan memberi pertanggungjawaban.
Jawaban itu tersebut langsung membuat Jimmi berang. Dia bersikeras Lion Air bertanggung jawab atas kehilangan tersebut yang mengakibatkan perkawinan keponakannya Rohmaulina batal.
"Kan petugas yang nyuruh pulang kami pulang, sekarang kami datang lagi kok malah dituduh berbohong dan pihak Lion nggak mau tanggungjawab," teriak Jimmi.
Sajawi, staf Close Hand Found di Lion Air mengakui bahwa ia menyuruh pulang Rohmaulina dan Henri. Setelah mengalami kehilangan bagasi pada Jumat (5/5) usai penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Polonia Medan .
"Saya kan cuma ikut prosedur," ungkapnya datar.(rif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar